https://bussines.uho.ac.id/index.php/journal/issue/feedBusiness UHO : Jurnal Administrasi Bisnis2026-10-17T09:18:34+00:00Erni Qomariyaherniqomariyah_fisip@uho.ac.idOpen Journal Systemshttps://bussines.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/137Service Quality, Brand Image, and Repurchase Intention in the Floral Bouquet Industry: The Mediating Role of Customer Satisfaction2026-09-09T13:19:06+00:00I Putu Iwan Pramana Putraiputuiwanpramanaputra888@gmail.comI Gusti Ngurah Dwi Wiryawandwi.wiryawan@polban.ac.idNi Luh Adisti Abiyoga Wulandariadisabiyoga@unhi.ac.id<p><em>This study examines how service quality and brand image shape repurchase intention in the floral bouquet industry, and whether customer satisfaction mediates these effects in a high-symbolism, high-perishability retail context. A quantitative cross-sectional survey collected data from 160 purposively sampled consumers who had purchased floral bouquets in Denpasar, Bali. A seven-hypothesis structural model was tested using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) in SmartPLS 4, with 5,000-sample bootstrapping for mediation testing. Service quality was strongly associated with customer satisfaction (β = 0.873, p < 0.001), and its relationship with repurchase intention was fully mediated by satisfaction (indirect β = 0.620, p < 0.001; direct β = −0.149, p = 0.339). Brand image had a significant direct effect on repurchase intention (β = 0.267, p < 0.001) but no significant effect on customer satisfaction (β = 0.036, p = 0.460) and no satisfaction-mediated effect (indirect β = 0.025, p = 0.470). Discriminant validity between service quality and brand image was not established (HTMT = 0.971), so the separation of these pathways should be interpreted with caution. The findings suggest that, in this context, service quality relates to repurchase intention mainly through the satisfaction it generates, whereas brand image shows a direct association with repurchase intention. For creative-economy SMEs, the results indicate that reliable service delivery is the main route through which satisfaction, and in turn repurchase intention, is built.</em></p>2026-10-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 I Gusti Ngurah Dwi Wiryawan, I Gusti Ngurah Dwi Wiryawan, Ni Luh Adisti Abiyoga Wulandarihttps://bussines.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/138Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kompetensi Karyawan pada PT. Gonusa Prima Distribusi Jakarta Timur2026-09-09T13:25:34+00:00Tina Rosatinarosa@urindo.ac.idPrihandonoprihandono42@gmail.comSuwarnisuwarni@fti.urindo.ac.idSuhra Damayantisuhradamayanti160899@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji secara empiris hubungan antara gaya kepemimpinan dan kompetensi karyawan pada PT Gonusa Prima Distribusi Jakarta Timur. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya ketidakkonsistenan hasil penelitian terdahulu mengenai hubungan gaya kepemimpinan dan kompetensi serta terbatasnya bukti empiris pada konteks perusahaan distribusi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian terdiri atas 32 karyawan dan seluruh anggota populasi dijadikan responden melalui teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Pengujian meliputi uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, heteroskedastisitas, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan memiliki hubungan positif dan signifikan secara statistik dengan kompetensi karyawan, dengan koefisien regresi sebesar 0,769 dan nilai signifikansi 0,000. Nilai R sebesar 0,926 dan R² sebesar 0,858 menunjukkan bahwa model yang memasukkan gaya kepemimpinan dapat menjelaskan 85,8% variasi kompetensi karyawan dalam sampel penelitian, sedangkan 14,2% berkaitan dengan faktor lain di luar model. Temuan ini memberikan bukti empiris dan kontekstual bahwa gaya kepemimpinan merupakan faktor yang relevan dalam menjelaskan kompetensi karyawan pada perusahaan distribusi. Secara praktis, hasil penelitian menunjukkan pentingnya penguatan arahan, komunikasi, umpan balik, evaluasi, motivasi, dan dukungan pengembangan karyawan dalam praktik kepemimpinan. Karena penelitian menggunakan desain cross-sectional, hasil penelitian menunjukkan hubungan statistik pada periode pengamatan dan tidak dimaksudkan sebagai bukti kausalitas mutlak.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: gaya kepemimpinan; kompetensi karyawan; perusahaan distribusi; regresi linear; sumber daya manusia.</p>2026-10-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Tina Rosa, Prihandono, Suwarni, Suhra Damayanti